15 Langkah Mengambil Keputusan Tepat & Akurat
SETIAP hari kita dihadapkan pada keadaan yang menuntut kita untuk mengambil keputusan. Pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan asal-asalan sebab keputusan kita saat ini akan mempengaruhi hidup kita di waktu yang akan datang.
Memutuskan sesuatu yang penting bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika keputusan tersebut merupakan keputusan yang menentukan gerak bisnis perusahaan. Anda butuh waktu lama untuk mengambil keputusan yang terbaik. Tak jarang Anda dilanda "pusing tujuh keliling" karena ketika masih berpikir, Anda sudah dipaksa membuat keputusan secepatnya.
Untuk Anda yang sedang berpikir untuk mengambil keputusan, coba deh tips singkat berikut:
1. Jangan takut mengambil keputusan. Beberapa orang takut mengambil keputusan. Akibatnya bukan kita yang mengambil keputusan tapi keadaanlah yang memberikan keputusan kepada kita.
2. Jangan mengambil keputusan secara emosional, tapi gunakanlah pertimbangan yang matang. Dengan demikian kita mampu berpikir secara rasional dan menghitung plus minus dari setiap keputusan yang hendak kita ambil.
3. Untuk menghasilkan keputusan yang cepat, Anda tidak perlu menunda-nunda waktu karena keputusan tidak bisa hanya melalui proses satu malam saja. Awasi setiap perkembangan yang mungkin akan mengubah keputusan Anda sewaktu-waktu.
4. Gunakan analisa yang tajam dalam mengolah data yang sudah susah payah Anda kumpulkan. Ambil keputusan yang paling bijaksana dan memiliki risiko paling kecil. Anda juga masih perlu mengawasi pelaksanaan keputusan tersebut satu demi satu.
5. Pastikan Anda mengetahui batas terakhir (deadline), kapan keputusan itu harus ditetapkan. Setelah itu tentukan deadline untuk diri sendiri, kapan keputusan tersebut sudah harus Anda buat. Catat tanggal yang Anda tentukan sebagai batas deadline.
6. Tetapkan dengan jelas kriteria atau kualifikasi keputusan yang harus Anda ambil. Misalnya keputusan tersebut harus menguntungkan karyawan dan perusahaan atau keputusan tersebut tidak memberatkan semua pihak.
7. Kumpulkan informasi dan data penting yang mempengaruhi hasil keputusan. Karena siapa tahu informasi tersebut diperlukan untuk bahan argumentasi. Jangan lupa menentukan batas waktu pengumpulan informasi.
8. Buatlah beberapa alternatif keputusan dari data dan informasi yang telah terkumpul. Pelajari dan pertimbangkan nilai atau bobot masing-masing alternatif tersebut, mana yang paling pas dan tepat.
9. Jangan sekalipun berlaku subjektif dalam mengambil keputusan. Artinya jangan memilih keputusan yang menguntungkan Anda atau sekelompok orang semata.
10. Ketika Anda telah mempelajari dan mempertimbangkan dengan matang alternatif keputusan tersebut, jangan ragu menentukan keputusan terbaik dari beberapa alternatif keputusan yang ada. Ingat, keragu-raguan hanya akan membuat keputusan yang sudah Anda ambil "mentah" kembali.
11. Umumkan keputusan yang Anda buat pada waktu yang tepat dan telah ditentukan. Pada saat mengumumkan keputusan ini pastikan bahwa Anda didukung oleh data yang kuat, akurat, dan relevan. Kalau perlu saat menyampaikannya, katakan bahwa keputusan ini dibuat atas pertimbangan dan pemikiran yang matang dan rasional.
12. Jangan takut memaparkan argumen Anda, seandainya ada pihak yang merasa keberatan. Jangan sampai komplain atau protes dari penerima keputusan membuat Anda berpikir untuk merubah keputusan yang telah Anda buat.
13. Dalam membuat keputusan, Anda memilih dari beberapa alternatif, bukan memilih mana yang salah atau mana yang benar. Jadi, tidak ada keputusan yang salah atau benar. Tapi keputusan yang diambil bisa saja hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Jadi, Anda tidak perlu menyesali keputusan yang telah diambil. Apa lagi terpaku pada penyesalan yang berlarut-larut ketika keputusan yang Anda ambil ternyata tidak memberikan hasil yang kita harapkan.
14. Setelah mengambil sebuah keputusan, apa pun hasilnya, Anda harus memantau terus, dan memfokuskan usaha Anda untuk melakukan yang terbaik dari apa yang telah diputuskan. Anda juga bisa melakukan berbagai penyesuaian agar hasilnya bisa diarahkan untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan bersama.
15. Dalam mengambil keputusan cepat, sedapat mungkin libatkan orang-orang yang terkait dengan keputusan yang diambil. Dengan melibatkan mereka, Anda bisa mendapat masukan yang berharga, selain itu, Anda bisa mengundang komitmen mereka untuk mendukung keputusan yang telah diambil. Yang bisa Anda lakukan antara lain adalah menanyakan pendapat dan usulan mereka. Informasi ini bisa dijadikan acuan untuk mengambil keputusan.
Nah, kalau keputusan itu sudah bulat, jangan sampai Anda sebagai pembuat keputusan mencemari konsekuensi keputusan yang telah ditetapkan bersama. Selamat mengambil keputusan!
Trik Berkomunikasi yang Efektif
PERNAHKAH Anda asyik berbicara di depan umum, namun tak ada satupun orang yang benar-benar memerhatikan topik yang Anda bicrakan? Jika iya, berarti ada yang salah dengan gaya komunikasi Anda.
Jika pekerjaan Anda berhubungan erat dengan bidang yang mengharuskan Anda memotivasi karyawan atau rekan kerja, kegagalan berkomunikasi tentunya adalah hal yang fatal. Kegagalan ini hampir pasti disebabkan gaya bicara Anda yang monoton.
Jika gaya Anda monoton, jangan harap audiens akan terpengaruh, persepsi mereka terhadap topik yang Anda inginkan juga akan terbatas. Ujung-ujungnya, mereka tidak akan mampu menangkap pesan dan harapan yang Anda tumpukan pada mereka.
Tentunya Anda tak ingin hal ini terjadi pada diri Anda. Karena itu, satu-satunya cara ialah dengan mengubah gaya berkomunikasi yang monoton tersebut. Seperti apa gaya komunikasi yang monoton itu? Konsultan komunikasi Stacey Henke mengatakan, salah satu gejalanya ialah saat Anda tidak memperlihatkan ekspresi yang sesuai dengan apa yang Anda katakan. Misalnya saja, saat megatakan bahwa Anda senang bekerja sama dengan seseorang, tapi ekspresi wajah Anda datar dan mata Anda tidak bisa mengharapkan orang tersebut mempercayai kata-kata Anda bukan?
Maka itu, mulailah berbicara dengan penuh ekspresi. Hindarilah gaya monoton agar orang-orang di sekeliling Anda tertarik untuk mendengar dan menjalankan apa yang Anda inginkan. Hanke memberi beberapa saran lain agar Anda bisa lebih lihai dalam berkomunikasi.
Perhatikan jeda
Perhatikan jeda
Jangan pernah berkata "eee", "uhm" atau "kata" sejenis ini saat Anda bingung mau berkata apa. "Kata" ini mengindikasikan bahwa Anda tidak tahu apa yang ingin Anda katakan selanjutnya, atau Anda bingung mau mengatakan apa. Jika ini terjadi, tentu Anda akan dianggap tak memiliki kredibilitas.
Jika kebuntuan menyerang Anda, Hanke menyarankan agar Anda jeda atau berhenti sejenak sambil memikirkan kalimat apa yang sebaiknya Anda ucapkan. Tak perlu mengisi kekosongan dengan bergumam atau mengeluarkan kata aneh karena ini akan mengacaukan pesan yang ingin Anda sampaikan pada orang lain.
"Dengan berhenti sejenak, Anda punya waktu untuk berpikir sekaligus menjaga perhatian pendengar Anda. Tentunya saat Anda mengambil jeda beberapa saat, pendengar akan terus mengamati apa yang selanjutnya akan Anda katakan," ujar Hanke seperti dikutip dari womensmedia.com.
Jadi, jangan ragu untuk menarik nafas sejenak dan berpikir tentang apa yang ingin Anda katakan.(Koran SI/Koran SI/nsa)
Menyiasati Rasa Malas dalam Bekerja
SETIAP orang pasti pernah mengalami rasa malas untuk bekerja. Tentunya banyak alasan yang melatar belakanginya. Mari, cari penyebab dan bagaimana cara mengatasinya.
Suatu waktu, pasti Anda pernah merasa malas untuk bangkit dari tempat tidur dan bekerja. Bayangan akan pekerjaan yang menumpuk atau atasan yang senang memarah-marahi, membuat Anda tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa Anda harus bekerja pagi itu. Jika mudah begini, bisa dipastikan sampai di kantor, Anda hanya akan bermalas-malasan atau sulit untuk berkonsentrasi.
Konsultan karier Carrie Silver Stock mengatakan bahwa jika Anda merasa malas setiap kali akan bekerja, berarti ada yang salah dalam kehidupan kerja atau karier Anda. Tentu saja, ini bukan berarti riwayat kerja Anda akan kiamat. Yang harus Anda lakukan, menganalisis dan mencari solusi dari penyebab rasa malas Anda.
Lakukan me-time
Lakukan me-time
Memang, saat kerjaan menumpuk, sulit rasanya untuk memberikan waktu bagi diri sendiri. Namun, Carrie justru menyarankan agar Anda sebisa mungkin mencari waktu untuk melakukan me-time atau waktu untuk diri sendiri.
"Sebelum mencari penyebab rasa malas, Anda harus bisa meluangkan waktu untuk diri sendiri dulu. Intinya, hilangkan dulu rasa stres tersebut baru Anda bisa mencari tahu akar masalahnya," tegas Carrie.
Setelah meluangkan waktu, Carrie menyarankan untuk menulis sepuluh hal yang membuat Anda bahagia. Setiap minggunya, daftar tersebut harus bertambah, minimal tiga poin. Nah, dari jadwal tersebut, Anda bisa melakukan tiga hal yang membuat Anda bahagia, misalnya menonton film baru di bioskop, jalan-jalan, atau melakukan perawatan tubuh.
Jika melakukannya, Anda akan merasakan betapa nikmatnya hidup Anda. Lakukan hal tersebut meski waktu Anda hanya sebentar. Bahkan jika Anda hanya punya waktu itu untuk sekadar bersantai di bangku sambil menarik napas dalam-dalam.
Ciptakan energi
Ciptakan energi
Jika pekerjaan Anda membuat Anda merasa sangat lelah, ciptakan energi yang bisa membuat Anda bersemangat. Sulit? Tenang saja. Anda bisa melakukannya lewat hal-hal yang sederhana, seperti Sarapan pagi.
Sarapan pagi tidak hanya membuat tubuh Anda lebih berenergi, tetapi juga membuat kondisi fisik Anda tak mudah lelah. Lakukan olahraga kecil. Jika Anda tak sempat ke gym, cukup lakukan gerakan ringan seperti stretching sambil menarik napas dalam-dalam, atau jalan selama 10-15 menit.
Minum air putih yang banyak. Banyak penelitian membuktikan bahwa dengan meminum banyak air putih akan menghindari Anda dari dehidrasi dan kelelahan. Cari tahu, kapankah waktu yang terbaik untuk Anda untuk bekerja? Apakah pagi atau malam hari? Nah, kerjakan pekerjaan tersebut di waktu terbaik Anda.
Analisis penyebab
Analisis penyebab
Sekarang saatnya Anda menganalisa mengapa energi dan otak Anda tak mau bekerja saat berada di kantor. Apakah karena sebelumnya Anda sudah bekerja terlalu banyak? Apakah lingkungan kerjanya yang membuat stres, atau karena Anda yang emosional? Jika sulit menganalisis penyebab kemalasan Anda saat bekerja, Carrie memberi tip unik untuk mengenali penyebabnya.
Caranya, dengan menilai seberapa besar nilai pada beberapa kategori. Dari skala 1 sampai 10, dengan angka 10 sebagai nilai paling sempurna, beri nilai pada tingkat lingkungan kerja Anda (apakah menyenangkan atau tidak), coworkers (apakah bisa diajak kerja sama), beban kerja (banyak, tepat, kurang), perilaku (apakah perilaku Anda harus dibatasi atau ada perilaku rekan kerja yang mengganggu), organisasi (apakah ada sistem yang baik, apakah sistemnya berjalan baik), manajemen waktu (apakah Anda kesulitan melakukan manajemen waktu), dan partisipasi tim (apakah kerja sama tim kurang memuaskan).
Dengan membuat skala atau nilai dari masing-masing kategori ini, Anda bisa melihat kategori mana yang nilainya paling kecil, dan mungkin itulah masalah yang membuat Anda malas untuk bekerja.
Cari yang positif
Cari yang positif
Setelah membuat penilaian pada hal-hal yang mungkin menjadi sumber masalah Anda, kini saatnya membuat daftar hal-hal yang menyenangkan dari pekerjaan atau lingkungan kerja Anda. Tulis juga hal-hal yang bisa membuat anda semangat dalam melakukan suatu pekerjaan.
Nah, sekarang lihat lagi, seberapa seringkah Anda menggunakan kebaikan atau kesenangan tersebut untuk memotivasi diri Anda untuk semangat bekerja? Sekarang, gunakan hal-hal positif tersebut untuk membantu Anda dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.
Buat prioritas
Buat prioritas
Setiap malam, buatlah tiga prioritas yang harus Anda kerjakan atau selesaikan esok harinya. Pastikan Anda mengerjakan tiga hal ini walau ada tugas tambahan atau tugas baru dari atasan. Dengan membuat daftar pekerjaan yang singkat dan sederhana, kondisi yang bisa memicu stres bisa Anda hindari.
Utamakan diri sendiri
Utamakan diri sendiri
Apakah teman, keluarga, atau rekan kerja Anda sering meminta pertolongan pada Anda? Apakah anda termasuk orang yang sering diandalkan? Menjadi orang yang selalu dibutuhkan memang menyenangkan.
Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa Anda harus mengorbankan diri sendiri demi membantu mereka. Karena itulah, pikirkan terlebih dahulu baik dan buruknya bagi Anda, jika ada orang lain yang meminta bantuan.
Siapkan rencana aksi
Siapkan rencana aksi
Jika Anda sudah bisa menganalisa segala masalah dan bertekad untuk mengatasinya, segera buat rencana aksi Anda. Rencana tersebut harus berisikan hal-hal yang bisa memberi keseimbangan antara waktu kerja dan waktu pribadi Anda, meberikan Anda waktu me-time yang cukup, dan memberikan apresiasi dan penghargaan pada diri Anda sendiri.
Memang, tak mudah untuk menghilangkan rasa stres di tempat kerja. Namun jika mencoba langkah-langkah di atas, setidaknya Anda bisa menumbuhkan semangat dan energi positif saat bekerja. (Koran SI/Koran SI/nsa)
Perhatikan Gaya Berjalan Anda
SADARKAH Anda bahwa gaya berjalan Anda bisa menjadi petunjuk apakah Anda cukup kompeten atau tidak dalam menjalankan sebuah pekerjaan?
Banyak hal di dalam diri kita yang bisa dipakai untuk menjadi petunjuk, seperti apakah sifat, kepribadian, atau kompetensi kita dalam dunia kerja. Anda mungkin pernah mendengar kalimat "you are what you wearing" untuk menggambarkan diri seseorang tanpa harus mendengarnya berbicara. Begitu juga dengan cara berjalan seseorang.
Cara berjalan seseorang diyakini bisa menjadi petunjuk tentang bagaimanakah seseorang melakukan pekerjaannya. Meski tentu saja tidak 100 persen valid, tapi setidaknya cara tersebut bisa dijadikan sedikit gambaran untuk sebuah awal menilai seseorang. Berikut bagaimana cara membaca gaya berjalan, seperti dikutip dari Lemondrop.
1. Berjalan cepat
Orang yang berjalan cepat diyakini juga bekerja dengan cepat. Mereka dianggap mampu menghargai waktu dan pekerjaan mereka. Namun, orang yang berjalan cepat dikhawatirkan tak mampu menangkap detail, atau yang lebih parah, tak mampu menangkap detail, atau yang lebih parah, tak mampu menangkap hal kecil yang ternyata penting.
Orang seperti ini lebih cocok bekerja di bidang data entry atau yang membutuhkan kecepatan secara fisik. Orang dengan tipe seperti ini disarankan untuk bekerja lebih santai atau setidaknya bisa lebih rileks dan menyempatkan diri untuk menyapa rekan kerja yang lain agar tidak dikira tidak mampu bersosialisasi.
2. Berjalan dengan penuh tekanan
Tipe ini dianggap sebagai orang yang percaya diri dan punya kapasitas. Tapi sering kali juga bisa berarti penuh ego. Orang seperti ini cocok untuk mengejar karier hingga ke level eksekutif. Untuk menghindari kesan sombong dan penuh ego, orang seperti ini harus menyertakan senyum dan sapa yang ramah kepada orang-orang yang ditemuinya.
3. Berjalan tak-tik-tok
Orang yang berjalan dengan sepatu yang menimbulkan suara, tidak takut untuk diperhatikan, atau senang diperhatikan dengan memberi pertanda lewat suara sepatunya bahwa ia telah datang ke ruangan tersebut. Hal ini sebenarnya tidak bermasalah, asalkan orang-orang ruangan tempatnya bekerja menolerir hal tersebut atau ruangan tersebut tak terlalu membutuhkan suasana yang tenang.
Pekerjaan sebagai seorang sales cocok untuk orang seperti ini. Sedangkan jika suara sepatu tersebut mengganggu banyak orang, segeralah pergi ke tempat servis sepatu untuk meredam suara tak-tik-tok tersebut.
4. Berjalan di belakang grup
Pertanda ini bisa diaertikan kalau orang tersebut tidak tertarik untuk berhubungan dengan orang lain. Ini bisa jadi indikasi bahwa ia tidak atau kurang cocok bekerja dalam tim. Tak heran, orang seperti ini dianjurkan untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya solo atau bukan tim. Jika masalahnya ada di sepatu yang membuatnya tak mampu berjalan cepat, maka sebaiknya carilah sepatu yang lebih nyaman.
5. Berjalan tanpa suara
Orang seperti ini biasanya tidak memberikan tanda-tanda akan kehadirannya, sampai ia benar-benar terlihat hadir di tempat tersebut. Orang dengan tipe ini bisa jadi menunjukkan kalau kerja kerasnya bisa jadi tak diperhatikan oleh orang-orang. Sama seperti kategori do atasnya, ia lebih cocok bekerja sendiri dari pada dalam tim. Jika Anda adalah tipe seperti ini, pastikan kalau atasan mengetahui kerja keras Anda, misalnya dengan menanyakan bagaimana hasil kerja Anda saat ini.
6. Berjalan membungkuk
Tipe ini adalah orang yang diyakini kurang percaya diri. Karena itu, ia disarankan untuk bekerja di bidang IT yang tidak membutuhkan percakapan atau kerja sama dengan orang lain. Saran untuk orang seperti ini ialah, coba belajar untuk menegakkan bahu Anda agar dada lebih mebusung dan terlihat lebih percaya diri.
7. Berjalan dengan mata lurus ke depan
Orang dengan gaya berjalan seperti ini menjadi pertanda bahwa ia adalah orang yang percaya diri dan fokus pada pekerjaannya. Ia juga cocok menjadi sales atau apa pun yang berhubungan dengan pencapaian sebuah deal yang bisa dicapai dengan bantuan tatapan mata yang penuh sugesti. Buat mereka yang punya gaya berjalan seperti ini, pastikan bahwa hasil kerja Anda sama dengan cara berjalan Anda.
8. Berjalan lamban
Orang seperti ini diyakini sebagai orang yang kurang efektif, tapi pandai melihat detail. Cocok bekerja di bidang kesehatan. Orang seperti ini juga disarankan untuk bekerja lebih efektif agar orang tidak salah paham dengan gayanya.
9. Berjalan zig-zag
Orang yang berjalan zig-zag bisa diartikan sebagai orang yang tidak efisien dalam bekerja. Orang dengan tipe ini lebih cocok bekerja di bidang ritel. Saran untuk mereka yang berjalan zig-zag ialah usahakan untuk berjalan dengan orang lain di samping Anda agar bisa mengontrol gaya berjalan Anda.
10. Berjalan dengan menatap ke bawah
Sudah bisa ditebak, orang yang berjalan dengan menunduk diasosiasikan dengan mereka yang tidak percaya diri, tidak fokus dengan pekerjaan, dan tidak tertarik dengan hal yang akan terjadi di depan. Orang seperti ini cocok bekerja di pabrik. Cobalah untuk berjalan tegak dengan mata menatap ke depan. Anda akan terlihat lebih percaya diri dan orang lain pun akan tertarik melihat Anda.(Koran SI/Koran SI/nsa)
Banyak hal di dalam diri kita yang bisa dipakai untuk menjadi petunjuk, seperti apakah sifat, kepribadian, atau kompetensi kita dalam dunia kerja. Anda mungkin pernah mendengar kalimat "you are what you wearing" untuk menggambarkan diri seseorang tanpa harus mendengarnya berbicara. Begitu juga dengan cara berjalan seseorang.
Cara berjalan seseorang diyakini bisa menjadi petunjuk tentang bagaimanakah seseorang melakukan pekerjaannya. Meski tentu saja tidak 100 persen valid, tapi setidaknya cara tersebut bisa dijadikan sedikit gambaran untuk sebuah awal menilai seseorang. Berikut bagaimana cara membaca gaya berjalan, seperti dikutip dari Lemondrop.
1. Berjalan cepat
Orang yang berjalan cepat diyakini juga bekerja dengan cepat. Mereka dianggap mampu menghargai waktu dan pekerjaan mereka. Namun, orang yang berjalan cepat dikhawatirkan tak mampu menangkap detail, atau yang lebih parah, tak mampu menangkap detail, atau yang lebih parah, tak mampu menangkap hal kecil yang ternyata penting.
Orang seperti ini lebih cocok bekerja di bidang data entry atau yang membutuhkan kecepatan secara fisik. Orang dengan tipe seperti ini disarankan untuk bekerja lebih santai atau setidaknya bisa lebih rileks dan menyempatkan diri untuk menyapa rekan kerja yang lain agar tidak dikira tidak mampu bersosialisasi.
2. Berjalan dengan penuh tekanan
Tipe ini dianggap sebagai orang yang percaya diri dan punya kapasitas. Tapi sering kali juga bisa berarti penuh ego. Orang seperti ini cocok untuk mengejar karier hingga ke level eksekutif. Untuk menghindari kesan sombong dan penuh ego, orang seperti ini harus menyertakan senyum dan sapa yang ramah kepada orang-orang yang ditemuinya.
3. Berjalan tak-tik-tok
Orang yang berjalan dengan sepatu yang menimbulkan suara, tidak takut untuk diperhatikan, atau senang diperhatikan dengan memberi pertanda lewat suara sepatunya bahwa ia telah datang ke ruangan tersebut. Hal ini sebenarnya tidak bermasalah, asalkan orang-orang ruangan tempatnya bekerja menolerir hal tersebut atau ruangan tersebut tak terlalu membutuhkan suasana yang tenang.
Pekerjaan sebagai seorang sales cocok untuk orang seperti ini. Sedangkan jika suara sepatu tersebut mengganggu banyak orang, segeralah pergi ke tempat servis sepatu untuk meredam suara tak-tik-tok tersebut.
4. Berjalan di belakang grup
Pertanda ini bisa diaertikan kalau orang tersebut tidak tertarik untuk berhubungan dengan orang lain. Ini bisa jadi indikasi bahwa ia tidak atau kurang cocok bekerja dalam tim. Tak heran, orang seperti ini dianjurkan untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya solo atau bukan tim. Jika masalahnya ada di sepatu yang membuatnya tak mampu berjalan cepat, maka sebaiknya carilah sepatu yang lebih nyaman.
5. Berjalan tanpa suara
Orang seperti ini biasanya tidak memberikan tanda-tanda akan kehadirannya, sampai ia benar-benar terlihat hadir di tempat tersebut. Orang dengan tipe ini bisa jadi menunjukkan kalau kerja kerasnya bisa jadi tak diperhatikan oleh orang-orang. Sama seperti kategori do atasnya, ia lebih cocok bekerja sendiri dari pada dalam tim. Jika Anda adalah tipe seperti ini, pastikan kalau atasan mengetahui kerja keras Anda, misalnya dengan menanyakan bagaimana hasil kerja Anda saat ini.
6. Berjalan membungkuk
Tipe ini adalah orang yang diyakini kurang percaya diri. Karena itu, ia disarankan untuk bekerja di bidang IT yang tidak membutuhkan percakapan atau kerja sama dengan orang lain. Saran untuk orang seperti ini ialah, coba belajar untuk menegakkan bahu Anda agar dada lebih mebusung dan terlihat lebih percaya diri.
7. Berjalan dengan mata lurus ke depan
Orang dengan gaya berjalan seperti ini menjadi pertanda bahwa ia adalah orang yang percaya diri dan fokus pada pekerjaannya. Ia juga cocok menjadi sales atau apa pun yang berhubungan dengan pencapaian sebuah deal yang bisa dicapai dengan bantuan tatapan mata yang penuh sugesti. Buat mereka yang punya gaya berjalan seperti ini, pastikan bahwa hasil kerja Anda sama dengan cara berjalan Anda.
8. Berjalan lamban
Orang seperti ini diyakini sebagai orang yang kurang efektif, tapi pandai melihat detail. Cocok bekerja di bidang kesehatan. Orang seperti ini juga disarankan untuk bekerja lebih efektif agar orang tidak salah paham dengan gayanya.
9. Berjalan zig-zag
Orang yang berjalan zig-zag bisa diartikan sebagai orang yang tidak efisien dalam bekerja. Orang dengan tipe ini lebih cocok bekerja di bidang ritel. Saran untuk mereka yang berjalan zig-zag ialah usahakan untuk berjalan dengan orang lain di samping Anda agar bisa mengontrol gaya berjalan Anda.
10. Berjalan dengan menatap ke bawah
Sudah bisa ditebak, orang yang berjalan dengan menunduk diasosiasikan dengan mereka yang tidak percaya diri, tidak fokus dengan pekerjaan, dan tidak tertarik dengan hal yang akan terjadi di depan. Orang seperti ini cocok bekerja di pabrik. Cobalah untuk berjalan tegak dengan mata menatap ke depan. Anda akan terlihat lebih percaya diri dan orang lain pun akan tertarik melihat Anda.(Koran SI/Koran SI/nsa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar